polisi dari kepolisian daerah metro jaya menembak mati dua daripada 10 pelaku pencurian kekerasan spesialis brankas, dan beroperasi antarprovinsi selama jawa barat dan jakarta.
para pelaku tersebut perampok gudang beras di daerah cianjur, jawa barat, kata kepala polda metro jaya, inspektur jenderal polisi putut bayuseno di jakarta, jumat.
pelaku yang tewas, yakni das juga zar alias dar, sementara delapan orang lain, yaitu pin, nur, pada jong, dul man, din, ipin juga pri ded alias det, dan rud dan ditembak dalam kakinya.
pada pihak lain, polisi belum berhasil mengungkap kawanan serta kasus penganiayaan sampai tewas sersan kepala heru santoso, di 'hugos cafe, sleman, yogyakarta, beberapa waktu 2012. keuntungan ini penyebab penyerbuan lp cebongan, menewaskan empat tahanan titipan kepolisian daerah diy.
Informasi Lainnya:
- Tentang Krim Walet
- Cari Hotel Murah di RajaKamar
- Cara Aman membersihkan Jerawat
- Cari Hotel Murah di RajaKamar
bayuseno menungkapkan, pengungkapan sindikat perampok tersebut berawal ketika polisi melayani Informasi rencana aksi pencurian dengan kekerasan dan mau dilakukan selama daerah sawah besar, jakarta pusat, rabu (17/4).
polisi mengidentifikasi para pelakunya dan dan beraksi menggasak gudang beras dalam cianjur, jawa barat, pilihan waktu kemarin, lalu polisi menjerat 10 orang sindikat perampok itu.
putut menjelaskan polisi berupaya mengembangkan dua pelaku yang lain yang masih buron, yaitu kar dan dut selama pondok gede, jakarta timur, jumat dinihari (19/4).
saat tersebut, tersangka dar dan das bekerja merebut senjata api milik petugas, kemudian polisi melepaskan tembakan peringatan, namun pelaku tidak menghiraukan, sehingga ditembak di pihak dada kiri.
direktur reserse kriminal umum polda metro jaya, komisaris besar polisi toni harmanto, menambahkan pelaku das, dar juga rud adalah residivis kasus pencurian melalui kekerasan.
das serta dar target operasi polisi. mereka merampok bersenjata api dan tajam, ujar harmanto. grup penjahat pimpinan das telah beraksi tujuh kali sepanjang 2013.
kelompok penjahat tersebut beraksi pada suatu sekolah dalam wilayah jakarta selatan, stasiun pengisian bahan bakar publik selama cileduk (jakarta selatan), garasi taksi dalam kalimalang (jakarta timur), web pencucian mobil pada jatiwarna, bekasi, gudang beras selama cianjur juga dua kali di sukabumi (jawa barat).
selain menangkap pelaku, petugas menyita barang bukti empat pucuk senjata api rakitan, dua unit kendaraan, peralatan merampok serta brankas.